PALANGKA RAYA – Tragedi gugurnya tiga personel Polres Katingan saat melakukan penggerebekan kasus dugaan peredaran narkoba di Desa Tumbang Kalemei beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika di Kalimantan Tengah (Kalteng) telah merambah hingga daerah pedalaman.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah mendorong penguatan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba hingga menjangkau desa-desa serta wilayah pedalaman.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas itu menilai langkah pencegahan harus berjalan seiring dengan penegakan hukum. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan pemahaman yang lebih luas mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika agar tidak mudah terjerumus.
”Jangan hanya terpusat di perkotaan. Peredaran narkoba sekarang juga sudah masuk ke desa-desa, kawasan perkebunan, bahkan wilayah pedalaman. Sosialisasi harus terus digencarkan agar masyarakat memahami bahaya narkoba sejak dini,” ujarnya, Selasa (7/7).
Nafsiah mengatakan pemerintah selama ini telah melakukan berbagai upaya pencegahan melalui sosialisasi di sekolah maupun lembaga keagamaan. Namun, ia menilai cakupan kegiatan tersebut masih perlu diperluas agar mampu menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang kini juga mulai menjadi sasaran jaringan peredaran narkoba.
Menurutnya, generasi muda harus menjadi perhatian utama dalam program pencegahan. Edukasi mengenai dampak buruk narkoba perlu diberikan sejak usia sekolah agar anak-anak dan remaja memiliki pemahaman yang kuat serta mampu menolak pengaruh lingkungan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan narkotika.
”Kita harus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengikuti kegiatan-kegiatan positif dan edukasi agar mereka memahami bahaya narkoba serta tidak mudah terjerumus,” katanya. (Red)
























































