BERITASERUYAN.COM– Pondok Tahfidzul Qur’an Qurrota A’yun resmi membuka penerimaan santri baru sejak 10 Oktober lalu. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah Pondok Tahfidzul Qur’an Qurrota A’yun, Didik Ainun Nidlom, melalui Wakil Kepala Sekolah, Dewi Pratiwi, dalam wawancara pada Rabu (19/11). Ia menjelaskan bahwa proses seleksi akan dilaksanakan pada 23 November 2025 dengan beberapa tahapan yang telah dipersiapkan oleh pihak pondok.
Dewi menjelaskan bahwa Pondok Tahfidzul Qur’an Qurrota A’yun berdiri sejak tahun 2016 dan awalnya berbentuk PKBM dengan program kesetaraan Paket B dan C. Dengan sistem boarding school 24 jam, seluruh aktivitas santri berada dalam pengawasan penuh. Pembelajaran formal tetap diberikan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 10.00, meski ijazah yang diterbitkan merupakan ijazah nonformal kesetaraan.
Fasilitas dasar bagi santri baru meliputi kamar, kasur, bantal, serta lemari. Penggunaan bahasa Arab juga diterapkan dalam keseharian, dan santri baru diberikan masa adaptasi selama tiga bulan. Waktu berkunjung bagi orang tua ditetapkan setiap hari Sabtu, sementara Senin hingga Jumat santri hanya diperbolehkan keluar pondok untuk keperluan tertentu seperti berbelanja.
Untuk menunjang kesehatan, pondok menyediakan dokter khusus yang siap menangani santri pada malam hari. Jika kondisi membutuhkan penanganan cepat, pagi harinya santri dapat dibawa ke puskesmas di bawah tanggung jawab pihak pondok. Selain itu, fasilitas pengembangan minat seperti tata boga dan tata busana turut disediakan untuk menambah keterampilan santri.
Dewi juga menegaskan bahwa peluang lulusan pondok untuk melanjutkan pendidikan tinggi sangat terbuka lebar. Banyak perguruan tinggi ternama yang memberikan jalur beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an. “Beberapa lulusan kami sudah diterima di universitas-universitas besar di Indonesia,” ujarnya.
Dewi juga menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi akademik, program tahfiz, maupun pembinaan karakter. “Kami berkomitmen mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga unggul dalam akhlak dan kemampuan akademik. Setiap tahun kami melakukan evaluasi menyeluruh agar pelayanan dan pembelajaran di pondok semakin baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Pengasuhan Putri, Ferucha Hartinah, menjelaskan bahwa seleksi penerimaan santri baru terdiri dari tes tertulis, tes tahsin, dan tes wawancara. Tes tertulis mencakup materi umum, psikotes, serta agama. Tes tahsin berlangsung selama 90 menit untuk menilai kemampuan dasar membaca Al-Qur’an sebelum calon santri dikelompokkan sesuai kemampuan. Tes wawancara dilakukan untuk mengetahui karakter calon santri dan dilanjutkan pertemuan dengan wali murid guna menjelaskan aturan pondok. Ferucha menyebutkan bahwa tes dijadwalkan dimulai minggu ini pukul 08.00, jika tidak ada perubahan.
Untuk proses pendaftaran, calon santri dapat mendaftar secara online melalui link resmi yang dibagikan oleh pihak pondok maupun melalui media sosial. “Pendaftaran online bisa dilakukan melalui link yang sudah kami sediakan dan dapat diakses di seluruh platform media sosial kami. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat bisa mengunjungi akun resmi kami di Qurrota A’yun Seruyan,” jelas pihak pondok. Selain itu, pendaftaran secara offline juga tersedia dan calon wali santri dapat langsung datang ke lokasi pondok yang berada di samping SMA Negeri 1 Kuala Pembuang.
Dengan berbagai fasilitas, program unggulan tahfiz, serta kesempatan luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi, Pondok Tahfidzul Qur’an Qurrota A’yun berharap dapat menjadi pilihan terbaik bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan agama dan karakter yang kuat bagi putra-putrinya. (WD)



















































