PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kalimantan Tengah, Asdy Narang, mendorong Pemerintah Provinsi untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur dasar di wilayah terpencil yang hingga kini masih tertinggal.
Menurut Asdy, ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedalaman harus menjadi fokus utama dalam perencanaan anggaran. Dia menegaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat desa-desa yang nyaris terisolasi karena buruknya akses jalan dan fasilitas penunjang lainnya.
“Masih ada daerah yang bahkan sulit dijangkau dengan sepeda motor karena kondisi jalannya sangat memprihatinkan. Ini harus menjadi prioritas dalam penyusunan APBD ke depan,” tegas Asdy, Senin 4 Agustus 2025.
Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur di daerah terpencil bukan hanya soal konektivitas antarwilayah, melainkan juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jika akses jalan diperbaiki, maka pergerakan barang, tenaga medis, guru, dan pelaku usaha juga akan terbantu. Ini investasi jangka panjang yang sangat penting,” ujarnya. Asdy juga menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam perencanaan pembangunan.
Dia menyarankan agar pemerintah lebih banyak turun ke lapangan dan menyerap langsung aspirasi masyarakat. “Perencanaan yang berbasis kebutuhan nyata akan menghasilkan program-program yang tepat sasaran. Jangan sampai anggaran besar tapi tak menjawab persoalan mendasar,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalteng mulai melakukan pemerataan pembangunan secara menyeluruh, agar tidak ada lagi wilayah yang tertinggal ekstrem dibanding daerah lainnya. “Pembangunan yang berkeadilan itu dimulai dari pinggiran. Kalau daerah terpencil dibiarkan, kesenjangan akan makin lebar,” pungkasnya. (Red)























































