PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi, menanggapi insiden kaburnya seorang narapidana (napi) dari lembaga pemasyarakatan saat kegiatan kerja bakti. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mendorong pihak lapas melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan.
Diketahui, napi tersebut melarikan diri saat menjalani kegiatan kerja bakti sekitar pukul 10 pagi. Menanggapi kejadian itu, Junaidi menyampaikan beberapa harapan, baik kepada masyarakat maupun pihak lapas. “Pertama, kami harap masyarakat yang melihat atau mendengar informasi terkait keberadaan napi tersebut bisa segera melapor ke pihak lapas.” ujar Junaidi pada Selasa 1 Juli 2025.
Kedua, ia mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati karena napi yang kabur bisa saja belum sepenuhnya siap kembali ke lingkungan masyarakat. “Ini juga peringatan agar warga waspada. Bisa jadi napi tersebut belum benar-benar siap bebas, sehingga berpotensi membahayakan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Junaidi berharap pihak lapas menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran penting dalam penentuan napi yang diberi kepercayaan untuk mengikuti kegiatan di luar tembok penjara. “Tidak semua napi bisa dipercaya untuk kegiatan di luar. Sebaiknya dipilih mereka yang sudah menunjukkan tanda-tanda dan keinginan untuk berubah,” tegasnya.
Ia juga berharap aparat kepolisian dapat membantu pihak lapas dalam proses pencarian dan penangkapan kembali napi yang melarikan diri tersebut. “Ini pasti menimbulkan keresahan di masyarakat. Jadi kami harap napi itu segera ditemukan, dan pengawasan di lapas diperketat,” tuturnya.
Junaidi juga menekankan pentingnya sanksi bagi petugas yang lalai, sebagai bagian dari SOP sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan. “Jika ada kelalaian, tentu pimpinan lapas harus memberikan sanksi kepada petugas yang bertanggung jawab saat itu. Ini penting sebagai pembelajaran ke depan,” tandasnya.
Terakhir, ia menegaskan agar ke depannya hanya napi yang benar-benar siap dan berniat baik yang diikutkan dalam kegiatan di luar lapas, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Red)























































