PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono mendorong Pemerintah Provinsi Kalteng memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). Langkah itu dinilai penting agar daerah tidak terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Menurut Purdiono, kemampuan fiskal daerah harus terus diperkuat agar pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan. Selain itu untuk mengurangi ketergantungan dana transfer dari pusat.
“Kita tidak bisa selamanya bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Potensi-potensi pendapatan daerah harus digali dan dikelola secara maksimal agar daerah memiliki ruang fiskal yang lebih kuat,” ujarnya, Jumat (3/7).
Ia menilai Kalteng memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor perkebunan, pertambangan, kehutanan, pariwisata, hingga jasa yang belum sepenuhnya memberikan kontribusi optimal terhadap PAD. Apabila dikelola secara lebih baik, potensi tersebut diyakini mampu memperkuat kemampuan keuangan daerah sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan.
Purdiono mengatakan peningkatan pendapatan daerah tidak cukup hanya mengandalkan potensi sumber daya alam. Pemerintah juga perlu membenahi tata kelola perpajakan dan retribusi melalui sistem administrasi yang lebih modern dan berbasis teknologi agar proses pemungutan menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel. (Red)
























































