PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat sorotan dari DPRD Kalteng. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, PLN juga diminta lebih terbuka dalam menyampaikan jadwal pemadaman agar pelanggan dapat melakukan antisipasi.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan mengatakan banyak masyarakat tidak mengetahui adanya pemadaman karena informasi yang disampaikan dinilai belum maksimal. Jika memang ada pemadaman yang sudah dijadwalkan, seharusnya jauh-jauh hari disampaikan kepada masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat tidak tahu, apalagi pelaku usaha yang kegiatannya sangat bergantung pada listrik,” ujarnya, Jumat (26/6).
Menurutnya, penyampaian informasi yang baik menjadi bagian dari pelayanan kepada pelanggan. Dengan adanya pemberitahuan lebih awal, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas maupun mengantisipasi potensi kerugian akibat terhentinya pasokan listrik.
Bambang juga mempertanyakan alasan terjadinya pemadaman bergilir di Kalteng. Menurutnya, secara logika kondisi tersebut sulit dipahami mengingat sistem kelistrikan di daerah memiliki pasokan dan pembangkit sendiri sehingga tidak semestinya terdampak persoalan yang terjadi di wilayah lain.
”Kalau melihat kondisi kita, rasanya tidak masuk akal. Kita punya suplai sendiri, punya mesin sendiri, kebutuhan listrik juga sesuai dengan kemampuan yang ada. Kalau memang ada kendala, jelaskan secara terbuka kepada masyarakat, jangan sampai alasannya justru membingungkan pelanggan,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat selama ini telah memenuhi kewajibannya membayar tagihan listrik tepat waktu. Karena itu, pelayanan yang diberikan PLN juga harus sebanding dengan kewajiban pelanggan. “Kita bayar listrik, bahkan kalau terlambat sedikit saja ada konsekuensinya. Maka PLN juga harus menunjukkan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan seperti ini terus berulang tanpa ada penyelesaian yang jelas,” ungkapnya. (Red)
























































