BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Seruyan melakukan kaji tiru ke Kabupaten Banyuwangi yang dikenal sukses membangun tata kelola pemerintahan modern. Banyuwangi menjadi sorotan nasional setelah meraih predikat AA dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), sekaligus menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang mencapai capaian tersebut.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, didampingi Wakil Ketua I DPRD Seruyan Harsandi, Tim Satgas Pengendalian Pembangunan Daerah Kajian Strategis dan Investigasi Khusus ( PPDKSIK ), kepala SOPD, serta Plt Sekretaris DPRD. Rombongan mempelajari berbagai sektor strategis, mulai dari kinerja birokrasi, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga pengembangan pariwisata dan inovasi layanan publik.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menyampaikan bahwa kaji tiru ini bertujuan menyerap praktik terbaik yang telah diterapkan Banyuwangi, khususnya dalam hal digitalisasi pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, Banyuwangi berhasil membangun manajemen birokrasi yang efektif sekaligus mendorong daya saing daerah melalui inovasi berkelanjutan.
“Kami datang untuk belajar. Banyak hal yang sudah kami lihat dan nilai, terutama terkait digitalisasi pemerintahan, kualitas layanan, manajemen birokrasi serta penguatan promosi daerah agar mampu meningkatkan daya saing antar daerah,” ujar Wanda, Selasa 10 Februari 2026.
Ia menegaskan, kunjungan tersebut tidak berhenti pada studi banding semata, melainkan akan ditindaklanjuti dengan kerja sama dan transfer pengetahuan antardaerah. Beberapa SOPD yang ikut serta diharapkan mampu mengadaptasi sistem dan inovasi Banyuwangi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Kabupaten Seruyan.
Rombongan Pemkab Seruyan disambut langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Aula Minak Jinggo, Kantor Bupati Banyuwangi. Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran asisten dan kepala SOPD Banyuwangi, yang memaparkan berbagai inovasi daerah, termasuk program digital yang telah dijalankan sejak awal tahun.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Hj.Ipuk Fiestiandani berharap hasil kaji tiru tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Seruyan.
Menurut Ipuk, Banyuwangi unggul di sektor pariwisata dan digitalisasi, sementara Seruyan memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan yang ke depan dapat saling melengkapi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Banyuwangi kuat di pariwisata dan digitalisasi, sementara Seruyan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Ke depan, kami justru ingin belajar bagaimana pengelolaan perkebunan di Seruyan yang lahannya sangat luas, sehingga bisa meningkatkan PAD,” pungkasnya
























































