KUALA PEMBUANG- Konflik berkepanjangan di PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP) Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya cukup menyita perhatian, dimana puncaknya Sabtu (7/10) kemarin, tiga orang warga massa yang menuntut 20 persen plasma pada perusahaan tersebut dikabarkan ditembak olah aparat kepolisian yang berjaga, satu diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Menyikapi situasi yang sedang bergejolak tersebut sehingga munculnya tragedi berdarah itu, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Seruyan Bahrun Abbas berharap selaligus meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama menahan diri agar situasi kembali kondusif
“Sesuai dengan arahan gubernur, masyarakat diminta untuk menahan diri, silahkan kembali ke rumah masing-masing, dan untuk yang bukan warga Bangkal dimohon juga untuk kembali ke rumah masing-masing,” katanya, di Kuala Pembuang, Senin (9/10).
Bahrun Abbas mengatakan, pemerintah daerah dan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini sedang berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk itu semestinya masyarakat mendukung upaya tersebut dan menjaga suasana tetap kondusif.
“Bapak gubernur beserta jajaran kini sedang berupaya, istilahnya mencarikan solusi terbaik, jadi mereka komunikasi dengan Kementerian KLHK maupun komunikasi dengan manajemen untuk mencari solusi terbaik,” tuturnya.
“Harapan kita suasana kondusif dan bapak gubernur juga prihatin dan ingin cepat menyelesaikan permasalahan ini, tidak hanya di Seruyan tetapi juga di seluruh Kalimantan,” tambahnya. (Jib)
























































