KUALA PEMBUANG – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Seruyan, Idham BW Kusumah, memastikan tidak ada dokumen kantor yang terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu (18/10). Meski demikian, sejumlah dokumen dilaporkan basah dan beberapa peralatan elektronik mengalami kerusakan akibat air yang disemprotkan petugas pemadam kebakaran saat melakukan penanganan.
Hal tersebut disampaikan Idham BW Kusumah saat memberikan keterangan kepada Jurnalis BERITASERUYAN.COM di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (21/10).
Ia menjelaskan, bagian bangunan kantor yang terbakar hanya pada bagian atap. Sementara itu, dampak lain dari proses pemadaman terjadi pada sejumlah fasilitas di dalam gedung, terutama dokumen, perangkat elektronik, dan plafon kantor.
“Alhamdulillah, untuk dokumen tidak ada yang terbakar. Cuma ada beberapa dokumen yang basah serta alat elektronik kantor yang rusak terkena semprotan air dari petugas pemadam kebakaran, bermaksud supaya kebakaran tidak meluas,” ujar Idham.
Menurutnya, penyemprotan air oleh petugas pemadam kebakaran dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan api agar tidak merambat dan menyebabkan kerusakan yang lebih luas pada bangunan kantor.
Meskipun sejumlah fasilitas terdampak air pemadaman, tidak adanya dokumen yang terbakar menjadi hal penting bagi keberlangsungan administrasi di lingkungan Disnakertrans Kabupaten Seruyan.
Selain dokumen dan peralatan elektronik, kerusakan juga terjadi pada bagian plafon kantor. Idham menjelaskan, plafon tersebut masih menggunakan material triplek sehingga turut terdampak air selama proses pemadaman berlangsung.
Kerusakan pada sejumlah fasilitas tersebut menjadi bagian dari dampak yang ditimbulkan dalam penanganan kebakaran. Namun, berdasarkan keterangan Idham, bagian bangunan yang terbakar secara langsung hanya atap kantor.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu (18/10) itu menjadi perhatian bagi jajaran Disnakertrans Kabupaten Seruyan, mengingat kantor tersebut digunakan untuk menunjang pelaksanaan tugas dan pelayanan di bidang ketenagakerjaan serta transmigrasi.
Hingga keterangan disampaikan pada Rabu (21/10), Idham menegaskan bahwa tidak ada dokumen kantor yang terbakar dalam kejadian tersebut. Sementara itu, sejumlah dokumen basah, peralatan elektronik yang rusak, serta plafon yang terdampak air menjadi bagian dari kerusakan yang perlu diperhatikan setelah peristiwa kebakaran. (Red)











































