SERUYAN – Pemerintah Kabupaten Seruyan menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan perundungan (bullying) di Lapangan Tenis Indoor Kuala Pembuang, Rabu (21/10). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dengan mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Hebat”.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Bunda Forum Anak Daerah Kabupaten Seruyan Welduline Ahmad Selanorwanda, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), guru pendamping, serta anggota Forum Anak Daerah Kabupaten Seruyan dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan anak, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Dalam sambutannya, Bunda Forum Anak Daerah Kabupaten Seruyan, Welduline Ahmad Selanorwanda, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan bagian penting dalam mewujudkan generasi masa depan yang berkualitas.
“Bunda percaya tidak akan ada Indonesia hebat tanpa anak Seruyan yang terlindungi dan bahagia,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Forum Anak bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, berbagi cerita, serta memperoleh dukungan ketika menghadapi permasalahan.
“Bunda bukan hanya mendampingi, tetapi ingin menjadi tempat curhat, teman serindung, dan teman berjuang bagi anak-anak Seruyan,” tuturnya.
Welduline kemudian mengajak anak-anak untuk menerapkan tiga prinsip utama dalam mencegah kekerasan dan perundungan, yakni berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang menyakiti, berani berbicara dan melaporkan kejadian yang dialami, serta berani menjadi pelindung bagi teman yang menjadi korban.
Ia mengingatkan agar anak-anak tidak memilih diam atau ikut menertawakan ketika melihat temannya mengalami perundungan. Sebaliknya, mereka diharapkan berani memberikan dukungan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang dapat membantu.
Anak-anak juga dapat menyampaikan pengaduan melalui Forum Anak, Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTPPA), maupun bidang perlindungan anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Selain kepada anak-anak, Welduline menyampaikan pesan kepada para guru pendamping agar bersama-sama menciptakan sekolah ramah anak.
“Sekolah yang kalau anak datang, ia semangat, bukan cemas,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan diharapkan dapat terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat demi mewujudkan generasi yang aman, bahagia, dan bebas dari kekerasan. (Red)











































