KUALA PEMBUANG – Program pengembangan kawasan aneka cabai seluas 5 hektare di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, belum dapat berjalan optimal akibat kemarau panjang yang masih melanda wilayah tersebut. Kondisi cuaca membuat petani penerima bantuan belum berani melakukan penanaman karena khawatir produktivitas menurun hingga berisiko gagal panen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan, Sri Susanti, S.P., M.M., menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai jurnalis RADARRAKYAT.COM di Kantor DKPP Kabupaten Seruyan, Kamis (22/10).
Sri Susanti menjelaskan, program yang berasal dari Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian tersebut mencakup pengembangan kawasan aneka cabai dengan luas lahan mencapai 5 hektare.
Menurutnya, bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan program telah disalurkan kepada kelompok tani penerima. Bantuan tersebut meliputi benih dan mulsa sebagai bagian dari kebutuhan awal budidaya tanaman cabai.
“Kawasan aneka cabai dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, kita dapat 5 hektare. Kemarin, informasi dari ketua tim kerja, bantuan sarana dan prasarananya sudah dibagikan, berupa benih dan mulsa,” ujar Sri Susanti.
Meski bantuan telah diterima, pelaksanaan program masih menghadapi kendala di lapangan. Sejumlah petani, termasuk di Desa Bangun Harja, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, dilaporkan telah melakukan penyemaian benih, tetapi belum berani melanjutkan ke tahap penanaman.
Sri Susanti mengatakan, kekhawatiran petani terhadap dampak musim kemarau yang berkepanjangan menjadi pertimbangan utama untuk menunda penanaman. Petani mengantisipasi kemungkinan hasil panen yang rendah apabila kondisi cuaca tidak mendukung pertumbuhan tanaman.
“Di Bangun Harja sudah ada yang menyemai, tetapi belum berani tanam,” ungkapnya.
Ia menambahkan, petani khawatir kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kegagalan panen sehingga pelaksanaan program perlu mempertimbangkan kondisi cuaca di lapangan.
Kendati demikian, ketersediaan benih untuk program tersebut masih aman. Sri Susanti memastikan masa kedaluwarsa benih masih cukup lama sehingga penundaan penanaman belum menjadi persoalan dari sisi kelayakan waktu penggunaan benih.
Adapun dua kelompok tani yang menerima bantuan program tersebut ialah Kelompok Tani Sumber Jaya Makmur di Desa Bangun Harja, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, yang diketuai Tirta Sudiro, serta Kelompok Tani Berkah Hapakat di Desa Pematang Limau, Kecamatan Seruyan Hilir, yang diketuai Turjan.
DKPP Kabupaten Seruyan diharapkan dapat terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kesiapan petani agar program pengembangan kawasan aneka cabai dapat dilaksanakan pada waktu yang lebih tepat, sehingga bantuan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal.(red)









































