RADAR.RAKYAT.COM, KUALA PEMBUANG — Kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap di sejumlah wilayah Kabupaten Seruyan bagian tengah hingga hulu mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo. Ia mendorong adanya kajian dari Dinas Pendidikan terkait kondisi tersebut, termasuk kemungkinan penyesuaian kegiatan belajar mengajar apabila kualitas udara dinilai membahayakan atau tidak mendukung aktivitas siswa.
Hal itu disampaikan Zuli Eko Prasetyo saat ditemui di Aula SMKN 1 Kuala Pembuang, Selasa (8/9). Menurutnya, laporan mengenai kondisi udara di wilayah hulu Seruyan sebelumnya telah diterima dari masyarakat maupun rekan-rekan di daerah pemilihan (Dapil) II.
“Beberapa hari yang lalu saya juga mendapat laporan dari teman-teman di Dapil II berkaitan dengan kondisi udara di wilayah itu,” ujarnya.
Zuli mengatakan, informasi tersebut telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seruyan sebagai bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam merespons kondisi kabut asap yang terjadi.
Ia menilai, kondisi udara yang tidak normal perlu menjadi perhatian bersama, terutama apabila berlangsung di wilayah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan.
“Jadi dikaji nanti dari Dinas Pendidikan seperti apa terkait dengan kondisi udara yang kurang baik di wilayah hulu di Kabupaten Seruyan,” katanya.
Meski demikian, Zuli tidak secara langsung menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar akan diliburkan. Ia menekankan perlunya kajian dan pertimbangan berdasarkan kondisi udara di masing-masing wilayah sebelum pemerintah mengambil kebijakan.
Menurutnya, kabut asap bukan hanya berdampak terhadap kenyamanan masyarakat, tetapi juga menjadi persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan bersama.
“Kabupaten tadi tentunya tidak normal, tidak nyaman. Udara yang tidak normal itu tidak nyaman. Ini sekarang tidak nyaman karena asap,” tuturnya.
Zuli berharap seluruh pihak dapat berperan dalam mengurangi dan mencegah permasalahan kabut asap. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Ia menilai, upaya menjaga alam harus ditanamkan sejak dini melalui berbagai kegiatan positif, salah satunya dengan menanam dan merawat pohon.
Zuli menambahkan, kecintaan terhadap lingkungan perlu terus digaungkan kepada generasi muda. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menanam pohon dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam Seruyan dalam jangka panjang.
“Ke depan bagi generasi muda untuk mencintai alam, setidaknya suka menanam pohon,” pungkasnya.
Dengan kondisi kabut asap yang masih menjadi perhatian, pemerintah daerah diharapkan terus memantau kualitas udara dan mengambil langkah yang tepat, terutama untuk melindungi kesehatan masyarakat serta memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. (Red)






















































