RADARRAKYAT.COM, SERUYAN – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda turun langsung membantu pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang di Kabupaten Seruyan, Rabu (2/9). Penyaluran dilakukan di dua titik di Kecamatan Seruyan Hilir, yakni Desa Pematang Panjang dan Desa Bangun Harja Unit 2.
Pada masing-masing titik, pemerintah menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air layak pakai.
Kegiatan tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan dr. Bahrun Abbas, Camat Seruyan Hilir Timur Mirawati, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Seruyan Nurhadian, S.T.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengatakan, distribusi air bersih merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tengah kondisi musim kemarau.
“Kita menyaksikan pembagian air bersih yang merupakan jawaban atas keinginan masyarakat. Pemerintah hadir untuk membagikan air bersih dengan kondisi musim kemarau saat ini. Jadi, program ini terus akan kita lanjutkan,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, dampak kemarau panjang menyebabkan sejumlah sumber air yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat mulai mengering. Bahkan, di beberapa wilayah, air yang masih tersedia berpotensi tidak layak digunakan.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi karakteristik wilayah hilir Sungai Seruyan yang mengalami pasang surut. Saat musim kemarau, debit air menyusut dan rembesan air asin dapat masuk ke sumur-sumur warga.
Karena itu, pemerintah melakukan inventarisasi terhadap desa dan wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih. Distribusi air nantinya akan diperluas sesuai hasil pendataan di lapangan.
Ahmad Selanorwanda juga mengajak organisasi, lembaga, serta perusahaan untuk bersama-sama berkontribusi membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PDAM dan lembaga terkait, diperlukan agar cakupan bantuan dapat ditingkatkan.
Selain persoalan air bersih, Bupati turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Warga diminta menjaga lingkungan, lahan, dan kawasan hutan serta berhati-hati terhadap penggunaan api untuk mencegah terjadinya kebakaran.
“Untuk bantuan air bersih tentu skalanya akan kita tingkatkan dan kita perluas sehingga masyarakat yang memang membutuhkan bisa mendapatkan bantuan air bersih tersebut dengan melibatkan berbagai pihak,” pungkasnya. (Red)
























































