PALANGKA RAYA – Ambruknya box culvert di Kilometer 11 ruas Jalan Trans Kalimantan jalur Kasongan–Kereng Pangi Minggu (5/7), mengakibatkan arus lalu lintas di jalur tersebut terputus total. Insiden itu menjadi sorotan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Hafid. Ia mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur jalan nasional agar kejadian serupa tidak terulang.
Abdul Hafid meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng segera melakukan pemeriksaan terhadap seluruh jembatan dan box culvert di sepanjang ruas Trans Kalimantan. “Ini jalur vital Trans Kalimantan. BPJN perlu melakukan investigasi dan inventarisasi terhadap jembatan maupun box culvert yang rentan agar kejadian seperti ini tidak terulang. Jangan menunggu sampai ada kerusakan yang lebih besar dan membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hafid, insiden tersebut menunjukkan pentingnya pemerintah memiliki data lengkap mengenai usia, kondisi, serta tingkat kelayakan setiap jembatan dan box culvert di ruas jalan nasional. Infrastruktur yang berada di kawasan rawan erosi, terutama di sekitar bantaran sungai, dinilai harus mendapat perhatian lebih karena memiliki tingkat risiko kerusakan yang lebih tinggi. Perbaikan darurat menggunakan alat berat baru rampung sekitar pukul 18.35 WIB, sehingga arus kendaraan kembali dibuka secara terbatas dengan sistem buka-tutup satu jalur.
Ia juga menilai penentuan prioritas rehabilitasi infrastruktur harus didasarkan pada kondisi riil di lapangan, bukan sekadar program rutin. “Masih terlihat jembatan yang sebenarnya layak justru dibongkar atau direnovasi. Seharusnya ada data kualitas yang menjadi dasar penentuan prioritas perbaikan sehingga anggaran benar-benar digunakan untuk titik yang membutuhkan,” tegas Hafid.
Selain evaluasi kondisi infrastruktur, Hafid meminta pengawasan terhadap kualitas pekerjaan box culvert yang baru dibangun maupun diperbaiki agar konstruksi dapat bertahan sesuai umur rencana. Ia juga menyoroti masih lemahnya pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dinilai mempercepat kerusakan jalan dan jembatan. (Red)
























































