PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha kecil menengah (UMKM).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan mengatakan sektor usaha menjadi kelompok yang paling merasakan dampak ketika pasokan listrik terhenti. Ia meminta persoalan tersebut segera ditangani agar tidak terus menekan perekonomian masyarakat.
“Yang sangat terdampak itu pelaku usaha. UMKM, usaha rumah tangga, peternakan, sampai usaha yang mengolah makanan semuanya bergantung pada listrik. Jangan sampai pemadaman justru membuat mereka mengalami kerugian,” katanya.
Menurutnya, aktivitas produksi maupun pelayanan kepada konsumen juga dapat terganggu ketika listrik padam dalam waktu tertentu. Kondisi itu berpotensi menghambat pendapatan pelaku usaha, terlebih bagi usaha kecil yang belum memiliki sumber listrik cadangan.
Bambang menilai keberadaan PLN semestinya menjadi penunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, setiap rencana pemadaman perlu memperhitungkan dampaknya terhadap pelaku usaha sehingga kerugian dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Kalaupun memang ada kendala teknis, jangan sampai masyarakat yang terus menanggung akibatnya. Keberadaan PLN itu harus menunjang masyarakat, bukan justru membuat aktivitas usaha terganggu. Apalagi usaha-usaha kecil yang menjadi penopang ekonomi keluarga,” ujarnya. (Red)
























































