KUALA PEMBUANG- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan kembali mewujudkan aspirasi masyarakat dan kali ini aspirasi dari belasan kelompok nelayan dan beberapa kelompok ternak yang ada di Desa Sungai Undang Kecamatan Seruyan Hilir.
Sejumlah aspirasi yang berhasil diperjuangkan Ketua DPRD Seruyan tersebut diantaranya bantuan sarana prasaran (sarpras) perikanan seperti mesin yang diberikan kepada 18 kelompok nelayan dan bantuan bibit ternak terhadap dua kelompok ternak yang ada di Desa Sungai Undang.
Terkait realisasi usulan ini disampaikan langsung oleh Zuli Eko Prasetya saat menggelar reses perseorangan yang dihadiri oleh sejumlah kelompok nelayan dan kelompok ternak Desa Sungai Undang tersebut, di Rumah Makan Prasmanan Jalan A Yani Kuala Pembuang, Senin (22/1).
“Sepertinya para nelayan sudah menunggu lama terkait realisasi usulan, ada yang hampir empat sampai lima tahun dan ada yang mungkin merajuk juga, namun Insya Allah tahun ini usulan dari kelompok nelayan bisa diprogramkan dan direalisasikan,” kata Eko saapan akrab Ketua DPRD Seruyan.
Dirinya berharap kepada para kelompok nelayan maupun kelompok ternak penerima manfaat bantuan hibah dari pemerintah daerah tersebut dapat dimaksimalkan dalam artian dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
“Harapan saya sarpras yang diberikan sesuai dengan proposal yang diajukan dapat dimaksimalkan dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan, kalau untuk nelayan ya nelayan kalau untuk petani ya petani, tolong dijaga dan jangan sampai dijual,” tegasnya.
Terkait dengan kepastian bantuan hibah sarana prasarana perikanan dan bibit ternak tersebut lanjut politikus partai PDI Perjuangan itu, telah dianggarkan pada APBD 2024 ini.
“Itulah saya mengundang juga instansi terkait dari dinas perikanan dan pertanian untuk menjelaskan bantuan ini agar kiranya saya tidak dikira cuma bohong, yang pasti bantuan seperti yang saya sampaikan itu telah dianggarkan dan diprogramkan tahun ini, dan bicara terkait penganggaran program ini telah dibahas di tahun 2023 lalu,” jelasnya.
Kendati demikian sambungnya, tentu ada beberapa proses yang harus diselesaikan sebelum para kelompok menerima bantuan tersebut, salah satunya menyelesaikan perlengkapan administrasi seperti proposal yang harus secara diurus oleh para kelompok penerima manfaat baik itu para kelompok nelayan dan kelompok ternak.
“Saya minta segera diselesaikan, informasi dari dinas terkait juga demikian mereka ingin administrasi ini segera diselesaikan oleh masing-masing kelompok agar bantuan tersebut juga cepat disalurkan,” tandasnya. (Jib)
























































