KUALA PEMBUANG- Harga Beras di sejumlah wilayah di Kabupaten Seruyan kini mengalami lonjakan harga yang signifikan seperti di Kecamatan Hanau dan sekitarnya.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan Albidinnor mengatakan, memang saat ini harga beras di Seruyan menjadi momok tersendiri khususnya bagi masyarakat. Akibat harga beras naik daya beli masyarakat menurun.
“Kita akui kenaikan harga beras seperti di Hanau dan sekitarnya itu menjadi momok tersendiri masyarakat, namun kita juga harus paham dengan kondisi saat ini,” katanya, di Kuala Pembuang, Minggu (16/4).
Dijelaskannya, gejolak harga beras tersebut disebabkan salah satunya karena musim pancaroba yang terjadi beberapa waktu lalu, dimana sebagian wilayah di Seruyan yang menjadi sentral pertanian terendam banjir.
“Beberapa waktu lalu itu kita dihadapkan dengan musim pancaroba dan akibatnya beberapa sentra pertanian itu terendam banjir, sehingga terjadi penundaan masa tanam dan akibatnya masa panen pun mundur, ini juga yang menjadi salah satu penyebab gejolak harga beras itu,” tuturnya.
Namun lanjutnya, meskipun saat ini ada gejolak harga beras, dapat dipastikannya untuk ketersediaan beras lokal di Kabupaten Seruyan saat ini masih mencukupi. “Kita pastikan ketersediaan beras kita masih aman hanya saja gejolak harga itu,” tegas Albidinnor.
Kendati demikian, menurut Albidinnor dari sudut pandangan selaku Kepala Dinas Pertanian, dengan adanya kenaikan harga beras saat ini menjadi sebuah keuntungan khususnya bagi petani, dengan adanya kenaikan harga tersebut para petani bisa lebih sejahtera karena mereka bisa menikmati hasil panen dengan harga yang bagus.
“Apalagi petani kita inikan kebanyakan petani mandiri yang artinya semuanya itu dikerjakan sendiri termasuk modal, seperti pupuk saja meraka beli sendiri dengan harga yang lumayan tinggi, sehingga dengan adanya kenaikan harga itu menurut saya sangat wajar, beda hal nya dengan petani yang apa-apa yang disediakan misalnya, sehingga bisa saja kan kita atur harganya harus sekian-sekian,” ujarnya. (red)
























































