KUALA PEMBUANG- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Seruyan AKBP Ampi Mesias Von Bulow akhirnya angkat bicara terkait dengan kronologis kericuhan yang terjadi di PT Bangun Jaya Alam Permai (PT BJAP) Kecamatan Seruyan Tengah.
Dijelaskannya, kericuhan antara masa dan aparat kepolisian yang berujung pengrusakan kantor dan fasilitas di perusahaan sawit itu beserta mobil dinas polisi tersebut bermula dari adanya masyarakat di kecamatan setempat yang melakukan aksi panen massal di perkebunan perusahaan PT BJAP, Kamis (16/7).
Masyarakat melakukan aksi panen massal sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap perusahaan PT Bangun Jaya Alam Permai.
“Kemudian kami menerima laporan terkait adanya aksi panen massal ini dan selanjutnya kami mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi tersebut,” kata Kapolres, Sabtu (8/7).
Setelah menerima laporan tersebut lanjutnya, anggota dari Polres Seruyan melakukan patroli dan berhasil mengamankan enam 6 warga diduga pencuri sawit. “Namun sejumlah masyarakat tidak terima dilakukan penangkapan dan dituduh mencuri sawit hingga terjadilah kericuhan,” tuturnya.
Masyarakat menuntut tiga hal, yaitu meminta perusahaan memenuhi kewajibannya memberikan kebun plasma 20%, menuntut bertemu pimpinan daerah, dan menuntut agar kerabat mereka dibebaskan.
Menindaklanjuti kejadian ini lanjut Ampi Mesias, Polres Seruyan mengutamakan tindakan-tindakan persuasif dalam menangani permasalahan ini, meskipun ada tindakan-tindakan anarkis.
Polres Seruyan sangat menginginkan situasi dan kondisi yang harmonis untuk menyelesaikan permasalahan antara warga Kecamatan Seruyan Tengah dan PT BJAP.
“Dan berharap, dalam pertemuan antara Polres Seruyan, Pemerintah Kabupaten Seruyan, perwakilan masyarakat Kecamatan Seruyan Tengah, dan PT BJAP yang digelar hari ini Sabtu (8/7) di Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan akan menemukan solusi konkret,” harapnya. (Jib)
























































