MUARA TEWEH – Direktur RSUD Muara Teweh, Tiur Maida, memberikan penjelasan mendalam mengenai berbagai tantangan yang dihadapi oleh rumah sakit yang dipimpinnya, khususnya terkait dengan ketersediaan obat-obatan dan operasional rumah sakit, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota DPRD Barito Utara, Senin (11/8/2025).
Menanggapi pertanyaan dari beberapa anggota DPRD Barito Utara, Direktur RSUD Muara Teweh Tiur Maida mengungkapkan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya terpaksa mengandalkan dana maksimal dari BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) karena tidak mendapatkan dukungan dari APBD pada tahun 2025.
Ia mengaku sudah mengajukan usulan ke DPRD Barito Utara mengenai kebutuhan dana untuk obat-obatan dan alat kesehatan (BHP) yang terus meningkat, namun saat itu pengajuan tersebut belum mendapat respon positif.
Direktur RSUD Muara Teweh tersebut juga menekankan perlunya dukungan anggaran untuk membiayai pelayanan kesehatan yang terus meningkat, termasuk untuk pasien Hemodialisis (HD) yang jumlahnya kini semakin banyak. Setiap pasien HD, menurutnya, menambah beban operasional rumah sakit karena defisit mencapai Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per pasien.
Selain itu, Tiur juga mengungkapkan kesulitan dalam mengelola anggaran operasional rumah sakit yang mencapai sekitar 40 miliar hingga 54 miliar rupiah per tahun, dengan pengurangan gaji non-ASN sebesar Rp 8,5 miliar yang menambah beban biaya operasional.
Pada kesempatan itu Direktur RSUD Muara Teweh Tiur Maida meminta agar DPRD Barito Utara memberikan dukungan penuh bagi RSUD Muara Teweh agar dapat terus memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat, serta memperhatikan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan kebutuhan operasional rumah sakit yang terus berkembang.
“Jika fasilitas dan operasional rumah sakit dapat diperbaiki, maka pelayanan kita akan semakin baik. Ini bukan hanya untuk nama saya, tetapi untuk nama baik Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya. Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan anggota DPRD Barito Utara dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan mendesak yang disampaikan oleh Direktur RSUD Muara Teweh. (Red)
























































