
SERUYAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, mendorong Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Seruyan untuk melakukan inovasi dalam penyelenggaraan pelatihan kerja dengan menyelaraskan program pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar masyarakat yang mengikuti pelatihan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk langsung terserap di dunia kerja, khususnya pada sektor perkebunan kelapa sawit.
Hal itu disampaikan Zuli Eko Prasetyo saat memberikan tanggapan terkait sektor ketenagakerjaan dan pelatihan kerja dalam rapat di Aula Rapat Serba Guna DPRD Kabupaten Seruyan, Senin (2/11).
Ia mengatakan, salah satu hasil pembahasan dalam rapat komisi adalah perlunya membangun sinergi antara Disnakertrans dengan perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar Kabupaten Seruyan, terutama perusahaan perkebunan kelapa sawit.
“Hasil dari rapat komisi kami itu, yang pertama, mereka mau inovasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar Kabupaten Seruyan. Terutama itu perusahaan sawit,” ungkap Zuli.
Ia menjelaskan, program pelatihan kerja perlu disusun berdasarkan jenis pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja yang benar-benar tersedia di perusahaan. Dengan demikian, materi pelatihan dapat disesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan.
“Di dalam rapat kami itu kemarin membahas yang terealisasi saja. Jadi, yang ada di perusahaan sawit itu kerjanya apa, nanti disinkronkan dengan yang ada di Disnaker. Nanti pelatihannya bisa nyambung, setelah pelatihan langsung kerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Zuli menegaskan DPRD Seruyan mendukung upaya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui fungsi penganggaran dan pengawasan. Ia menyebutkan, pihaknya akan mendorong dukungan anggaran agar program pelatihan kerja dapat berjalan optimal, meskipun saat ini terdapat tantangan berupa pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
Menurut Zuli, peningkatan kesempatan kerja melalui pelatihan yang tepat memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Sebab, ketika masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan, kemampuan ekonomi keluarga juga akan meningkat.
“Karena memang kalau orang kerja itu kan ada penghasilan. Penghasilan mengurangi kemiskinan. Rotasinya yang bagus,” tuturnya.
Ia berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat terus diperkuat sehingga program pelatihan kerja di Kabupaten Seruyan lebih tepat sasaran, membuka peluang penyerapan tenaga kerja, meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, serta turut menekan angka kemiskinan. (Red)






































