SERUYAN – Krisis air bersih akibat kekeringan masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat Desa Bangkal, Desa Selunuk, dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Seruyan. Warga terpaksa membeli air bersih setiap hari untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena minimnya sumber air alami.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Kabupaten Seruyan, Subani, yang mendorong penanganan melalui pembangunan sumur bor.
Hal tersebut disampaikan Subani saat diwawancarai di Kantor DPRD Kabupaten Seruyan, Selasa (15/9). Ia menjelaskan, masyarakat di wilayah tersebut menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih karena tidak memiliki sumber air seperti sungai maupun danau dan hanya mengandalkan air hujan.
Menurut Subani, kondisi tersebut membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Harga air yang dibeli berkisar antara Rp60.000 hingga Rp90.000 per profil tangki setiap harinya.
Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, pemerintah desa bekerja sama menyediakan armada mobil pengangkut air yang mendistribusikan air langsung ke rumah-rumah warga.
Dalam sehari, distribusi air dapat mencapai 25 hingga 30 profil tangki. Tingginya kebutuhan tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis desa yang memanjang hingga puluhan kilometer di sepanjang jalan raya, sehingga penyaluran air bersih menjadi tantangan tersendiri.
Subani juga mengungkapkan, pembangunan infrastruktur air bersih dari pemerintah belum menjangkau seluruh rumah warga secara merata. Kondisi geografis wilayah yang memanjang dan permukiman yang terpencar menjadi salah satu kendala dalam pemerataan layanan air bersih.
Ia menilai, pembangunan sumur bor merupakan salah satu solusi yang paling menjanjikan untuk mengatasi persoalan kekeringan di wilayah tersebut. Terlebih, kawasan itu tidak memiliki embung, danau, maupun sungai yang dapat diandalkan sebagai sumber air.
Subani menyebutkan, pada 2012 lalu telah dibangun satu titik sumur bor, tetapi keberadaannya belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, pemerintah desa juga pernah membangun sumur bor melalui program Dana Desa.
Pada tahun 2026, pemerintah daerah kembali memberikan tambahan dua titik sumur bor yang difokuskan untuk Desa Selunuk dan Desa Bangkal.
Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, sekaligus menjadi langkah untuk memperluas akses air bersih bagi warga yang selama ini terdampak kekeringan. (Red)







































