SERUYAN – Ketua DPRD Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, menyoroti keterbatasan fasilitas, sarana, dan dana operasional yang dihadapi Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan, persoalan tersebut akan menjadi masukan untuk dibahas bersama pemerintah daerah, terutama terkait kejelasan status kelembagaan dan dukungan anggaran bagi MPA.
Hal itu disampaikan Zuli Eko Prasetyo saat diwawancarai usai Rapat di Gedung Serba Guna DPRD Kabupaten Seruyan, Selasa (16/9).
Menurutnya, keterbatasan dukungan yang dihadapi MPA berkaitan dengan belum masuknya kelompok tersebut ke dalam struktur Satuan Tugas (Satgas) di tingkat kabupaten. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian agar peran MPA dalam membantu penanganan karhutla dapat berjalan lebih optimal.
Zuli Eko mengatakan, pihaknya akan menyampaikan kembali persoalan tersebut kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seruyan selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), mengingat pemenuhan fasilitas dan dana operasional berkaitan langsung dengan kebijakan penganggaran daerah.
“Nanti akan coba kami tegaskan lagi dengan Pak Sekda ya, selaku Ketua TAPD, karena itu kan kalau kita bicara fasilitas, termasuk dana operasional, kan berkaitan anggaran,” ujarnya.
Selain persoalan anggaran, Zuli Eko juga menekankan pentingnya kejelasan kedudukan resmi MPA dalam struktur pemerintahan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mempertegas apakah MPA berada di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau instansi lainnya.
Kejelasan status kelembagaan tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan bentuk dukungan pemerintah, termasuk penyediaan sarana dan prasarana serta pembiayaan operasional bagi kelompok masyarakat yang terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla.
Ia menegaskan, apabila MPA telah disahkan secara resmi, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan dan aktivitas kelompok tersebut.
“Kalau memang itu disahkan resmi ya harus disupport, karena memang mereka membantu untuk penanganan karhutla di lingkungan,” tegasnya.
Dukungan terhadap MPA diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kabupaten Seruyan, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak. (Red)







































